OPINI,
Kaget, atau terkejut sekaligus heran. Itulah kesanku ketika melihat dan mengetahui kehadiran Alfamart, minimarket yang punya jaringan luas di seluruh wilayah Indonesia ini di Tanah Bumbu.
Keterkejutan dan keheranan ini Kurasakan wajar. Karena selama ini Aku sudah merasakan kejengkelan terhadap banyaknya minimarket di sela-sela kios milik warga terutama di wilayah Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin. Kuperkirakan minimarket di kedua wilayah Kecamatan yang saling berdekatan itu jumlahnya puluhan, ditambah pula dengan keberadaan Alfamart sebanyak 3 tempat.
Entah apa yang sedang berada dalam benak orang yang memegang dan memiliki wewenang perijinan di lingkup Pemkab Tanah Bumbu ini, sehingga dengan mudahnya memberi dan mengeluarkan ijin kepada minimarket. Dipastikan yang memberikan perijinan kepada minimarket itu tak memikirkan usaha kecil milik warga yang membuka kios dengan jualan atau dagangan sejenis.
Alfamart yang Kutahu hadir di 3 tempat berada di; Desa Tungkaran Pangeran, Jalan Transmigrasi Plajau, dan di sekitar bank Kalsel. Belum diketahui apakah juga hadir di Pagatan dan Sungai Danau, 2 Kota Kecamatan yang cukup padat penduduknya.
Dengan puluhan minimarket di wilayah Kecamatan Simpang dan Batulicin, ini sudah cukup menjadi saingan berat bagi warga yang membuka kios, serta para pedagang yang berjualan di pasar-pasar tradisional.
Jika boleh berjeinginan, yang ideal di Kota Kecamatan itu cukup ada 1 minimarket, supaya memberikan kesempatan yang luas kepada para warga untuk berusaha. Namun tampaknya situasi dan kondisi tak berpihak ke arah perkembangan ekonomi kerakyatan yang selama ini banyak didengungkan oleh para Pemimpin dan Calon Pemimpin.
Hari ini Alfamart sudah masuk ke Tanah Bumbu, tak menutup kemungkinan besok atau lusa akan masuk juga mart-mart lainnya, atau yang semacam Carefour bahkan ikut mendirikan cabangnya.
Selamat tinggal ekonomi kerakyatan yang cuma sekedar di bibir. (Red)
Kaget, atau terkejut sekaligus heran. Itulah kesanku ketika melihat dan mengetahui kehadiran Alfamart, minimarket yang punya jaringan luas di seluruh wilayah Indonesia ini di Tanah Bumbu.
Keterkejutan dan keheranan ini Kurasakan wajar. Karena selama ini Aku sudah merasakan kejengkelan terhadap banyaknya minimarket di sela-sela kios milik warga terutama di wilayah Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin. Kuperkirakan minimarket di kedua wilayah Kecamatan yang saling berdekatan itu jumlahnya puluhan, ditambah pula dengan keberadaan Alfamart sebanyak 3 tempat.
Entah apa yang sedang berada dalam benak orang yang memegang dan memiliki wewenang perijinan di lingkup Pemkab Tanah Bumbu ini, sehingga dengan mudahnya memberi dan mengeluarkan ijin kepada minimarket. Dipastikan yang memberikan perijinan kepada minimarket itu tak memikirkan usaha kecil milik warga yang membuka kios dengan jualan atau dagangan sejenis.
Alfamart yang Kutahu hadir di 3 tempat berada di; Desa Tungkaran Pangeran, Jalan Transmigrasi Plajau, dan di sekitar bank Kalsel. Belum diketahui apakah juga hadir di Pagatan dan Sungai Danau, 2 Kota Kecamatan yang cukup padat penduduknya.
Dengan puluhan minimarket di wilayah Kecamatan Simpang dan Batulicin, ini sudah cukup menjadi saingan berat bagi warga yang membuka kios, serta para pedagang yang berjualan di pasar-pasar tradisional.
Jika boleh berjeinginan, yang ideal di Kota Kecamatan itu cukup ada 1 minimarket, supaya memberikan kesempatan yang luas kepada para warga untuk berusaha. Namun tampaknya situasi dan kondisi tak berpihak ke arah perkembangan ekonomi kerakyatan yang selama ini banyak didengungkan oleh para Pemimpin dan Calon Pemimpin.
Hari ini Alfamart sudah masuk ke Tanah Bumbu, tak menutup kemungkinan besok atau lusa akan masuk juga mart-mart lainnya, atau yang semacam Carefour bahkan ikut mendirikan cabangnya.
Selamat tinggal ekonomi kerakyatan yang cuma sekedar di bibir. (Red)
Posting Komentar