Politik    Sosial    Advertorial    Ekonomi    Editorial    Hukum    Keagamaan    Kecelakaan    Kesehatan    Kriminalitas    Lingkungan    Lipsus    Musik    Sport   
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Oknum Perawat Klinik SMS Semena-mena


Pasien yang terjatuh dari Ruko, kemudian berobat ke Klinik Surya Medika Satui (SMS), masuk ruang UGD, belum merasa sembuh, tapi sudah disuruh pulang oleh seorang oknum Perawat Jaga berinisial R.

Pasien masih merasakan sakit di bagian kepala, pusing, namun tanpa keterangan yang jelas disuruh pulang. Pasien merasakan perlakuan oknum tersebut semena-mena. 

Kejadian pada Jumat (18/3/16), masuk ke Klinik SMS pada jam 16.00 WITa, namun disuruh pulang sekira jam 02.00 WITa. Pasien yang tak ingin disebut namanya itu terjatuh dari Ruko miliknya sendiri. (Barlis)


Tanah Bumbu Bebas Penyakit Polio


TANAH BUMBU,
"Kita akan lakukan semacam sweeping untuk memastikan tak ada target yang terlewatkan."

Hal itu diungkapkan oleh H. Damrah, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Selasa (15/3/16).

Dengan berakhirnya pelaksanaan PIN Polio hari ini, menurut H. Damrah, akan ditambah waktunya selama 3 hari sampai tanggal 18 Maret 2016, agar tak ada target yang terlewati. Dinas Kesehatan Tanah Bumbu memasang target 26.835 anak yang menerima vaksin polio.

Ketika disinggung apakah terdapat anak yang menderita polio di wilayah Tanah Bumbu, H. Damrah menyatakan tidak ada. (ISP)

Cegah Rabies Distanpanak Vaksinasi Anjing

courtesy : sabakukyu
TANAH BUMBU,
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanah Bumbu melakukan penanggulangan terhadap penyebaran penyakit Rabies.

Dari 10 Kecamatan di Tanah Bumbu terdapat 4 Kecamatan yang populasi anjingnya cukup banyak; Kecamatan Sungai Loban, Kuranji, Karang Bintang dan Mantewe.

Distanpanak setiap tahunya rutin  melaksanakan kegiatan Eliminasi pada anjing liar ataupun anjing peliharaan yang tidak dipelihara dengan baik. Selain itu pula juga dilakukan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan serta sosialisasi kepada masyarakat guna menekan kasus penyebaran penyakit rabies.

Tahun 2015 program kegiatan vaksinasi rabies dilaksanakan 2 kali dengan realisasi vaksinasi sebanyak 1.450 ekor. Sedangkan anjing liar yang tak bisa divaksinasi, dieliminasi, yang di 2015 sebanyak 112 ekor. Di 2016 target vaksinansi sebanyak 1.600 ekor dan eliminasi sebanyak 112 ekor.

Dari 2.038 populasi anjing di Kabupaten Tanah Bumbu, telah terjadi sebanyak 15 kasus gigitan anjing sepanjang tahun 2015. (Relhum)

 

Serangan DBD, 2 Anak Meninggal

drg. Hari, Direktur RSUD
TANAH BUMBU,
Setidaknya terdapat 140 pasien yang sempat dirawat di RSUD Dokter Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu karena terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebanyak 2 pasien diantaranya, anak-anak meninggal dunia akibat terserang penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aedes Aegipty itu.

"Semua pasien yang dirawat di RSUD itu tak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit lain, Kami masih bisa mengatasinya. Hanya saja untuk pemisahan trombosit masih Kita lakukan di PMI Kotabaru. Namun tahun 2016 ini sudah kita lakukan sendiri di Tanah Bumbu," ungkap drg. Hari, Direktur RSUD, Senin (22/2/16).

Ditambahkannya, pasien yang terkena serangan DBD tersebut kebanyakan berasal dari wilayah Kecamatan Karang Bintang dan Mantewe. Jumlah 140 pasien itu terjadi pada kurun waktu bulan Januari dan Pebruari 2016. Tak menutup kemungkinan pasien akan bertambah. Saat Kru Media ini langsung memantau ke RSUD, terdapat beberapa pasien yang baru masuk ruang perawatan diantaranya Balita. (ISP)

Penanganan Virus Zika Sama Dengan DBD

Courtesy : showupnowadji blog
TANAH BUMBU,
Dibanding 2015 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Bumbu menurun dan bisa dikendalikan.

Hal itu diungkapkan oleh H. Damrah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (3/2/16).

"Kasus DBD ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya dikarenakan oleh perubahan musim yang terjadi hingga Maret, cenderung menurun saat memasuki April," ujar H. Damrah.

Yang penting menurutnya, untuk pencegahan DBD ini warga mesti melakukan metode PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) terhadap nyamuk Aedes Aegipty.

Ditambahkannya, penanganan DBD ini juga lebih kurang sama terhadap virus Zika yang disebabkan oleh jenis nyamuk yang sama.

"Kita belum ada penanganan khusus terhadap virus Zika ini, karena virus ini tergolong baru, dan belum dipastikan menyebar, tapi kita tetap antisipasi," tutup H. Damrah. (ISP)


Kondisi Puskesmas Satui Dikeluhkan Pasien

TANAH BUMBU,
Puskesmas Kecamatan Satui perlu pembenahan.

Itulah yang diharapkan banyak Pasien yang pernah mendapat pelayanan di Puskesmas Satui.
Yang menjadi keluhan para Pasien antara lain sarana penunjang Puskesmas yang kurang memenuhi standard. Dan kondisi ini pun disadari dan direspon oleh Kepala Puskesmas Satui, Supiannoor.

"Kami akan usahan melakukan pembenahan. Di 2016 akan ada pembenahan untuk itu setidaknya peralatan dan fasilitas Puskesmas Satui memenuhi standard," ujar Supiannoor.

Seorang Pasien yang sedang dirawat, Daham, mengeluhkan tiang tempat botol infus yang ia anggap tidak layak.

"Tiang infus ini sangat kasar, terbuat dari kayu, mestinya dimoulding. Jika roboh menimpa Pasien dipastikan tiang kayu itu bisa membuat benjol kepala Pasien," keluh Daham. (ES)

Waspada Mengonsumsi Terasi dan Ronto; Gunakan Pewarna Pakaian


TANAH BUMBU,
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin menyatakan ikan laut hasil dari Tanah Bumbu aman untuk dikonsumsi. 

Hal itu setelah uji laboratorium menyusul merebaknya isu ikan berformalin di Banjarmasin.

Hanya saja terdapat 2 jenis produk perikanan Tanah Bumbu yang ditemukan menggunakan zat pewarna berbahaya; yang bukan untuk makanan namun yang digunakan untuk pakaian. Produk tersebut adalah Terasi dan Ronto yang terbuat dari bahan udang kecil (ebi, papai).

Pihak BPOM Banjarmasin mengimbau para pembuat Terasi dan Ronto agar senatural mungkin dalam pewarnaan. Pewarna pakaian yang digunakan untuk makanan bisa menyebabkan kanker dan gangguan ginjal. (Rel)


Tanah Bumbu Terima Penghargaan Kesehatan


TANAH BUMBU, 
Pelaksanaan visi dan misi Pemkab Tanah Bumbu di bidang kesehatan akhirnya membuahkan hasil dengan penghargaan sari Kementerian Keaehatan RI.

Pemkab Tanah Bumbu berhasil meraih penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada (MKBH) Tahun 2015 dari Pemerintah Pusat karena dianggap telah berhasil memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan di bidang kesehatan.

Penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr. Untung Suseno Sitarjo, M.Kes kepada Penjabat Pj Bupati Tanbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, H. Damrah di Jakarta, Jumat (27/11/15) lalu.

Sebagaimana yang tersurat dalam Visi dan Misi Pemkab Tanah Bumbu yang selama ini ingin Mewujudkan Sumberdaya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing Dengan Peningkatan Akses Layanan Pendidikan Dan Kesehatan Yang Terjangkau, yakni diwujudkan dengan layanan Rawat Jalan Gratis di Tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit, Rawat Inap Gratis di Puskesmas Perawatan dan Ruang Kelas III RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Persalinan Normal Gratis Tingkat Puskesmas, Persalinan Gratis di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor baik secara normal maupun dengan tindakan Sectio Cesaria, Vacum Extrasi, Curetage, Teknik Rangsangan, dan Layanan Rujukan ke Rumah Sakit Rujukan. (Rel/ISp)




Akhirnya Hydrocephalus Balita Jelita Dioperasi

Balita Jelita pasca operasi
KOTABARU,
Setelah menunggu sekira 20 hari dan sempat tertunda beberapa kali akibat kondidi yang tidak stabil, Jelita, Balita yang terkena penyakit pembesaran kepala (Hydrocephalus), akhirnya berhasil dipoerasi, Senin (26/10/15).

Jelita berhasil dioperasi oleh Tim Dokter di RSUD Cipto Mangunkusumo Jakarta. Operasi dilaksanakan sekira lebih 4 jam dari 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB. 

Tim Dokter melakukan operasi untuk mengurangi jumlah cairan di kepalanya dengan cara memasukkan alat bernama shunt, yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan di kepala dan menyalurkannya ke tubuh untuk kemudian dibuang oleh tubuhnya. 

Penyakit Hydrocephalus yang diderita Jelita sendiri berbeda dari umumnya, karena selain kelebihan cairan yang menyebabkan kepalanya membesar, ternyata otak besarnya juga tidak ada sehingga kepalanya kosong.

keluarga Jelita berharap jangan sampai anak-anak lain penderita penyakit yang sama seperti yang dialami anaknya, dan agar mendapat penanganan cepat dari Pemerintah Daerah. (IwanJbt14)

STIKES Darul Azhar Wisuda 90 Kelulusan

TANAH BUMBU,
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Darul Azhar Batulicin menyelenggarakan Wisuda atas lulusan D-III Kebidanan dan S-1 Keperawatan ke 6 Tahun Akademik 2014/2015 di Gedung Mahligai Bersujud, Kapet, Batulicin, Sabtu (10/10/15) pekan lalu.

Pelantikan lulusan kebidanan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Farmasi dan Litbang, Drs. H. Akhmad Yanie, M.Si, APT didampingi Ketua STIKES Darul Azhar Batulicin, DR. Ir. H. Budi Santoso, M.Si, sedangkan prosesi pengambilan sumpah dan janji dilakukan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Propinsi Kalimantan Selatan, Tut Barkinah, S.S.IT, M.Pd.
  
Selain itu juga dihadiri oleh beberapa Kepala SKPD terkait di lingkup Pemkab Tanah Bumbu, serta Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Azhar Bersujud, dr. HM. Zairullah Azhar,M.Si dan tamu undangan lainnya. 

Adapun lulusan terbaik Program Studi D-III Kebidanan diraih oleh Amalia Chandra, A.Md.Keb dengan IPK 3,91, Dewi Rasana Sakti, A.Md.Keb dengan IPK 3,57, dan Maulida Mustika, A.Md.Keb dengan IPK 3,50.

Untuk lulusan terbaik Program Studi Ilmu Keperawatan (S-1) diraih oleh Abdul Azis, S.Kep dengan IPK 3,54, Wattini, S.Kep dengan IPK 3,54 dan Wudy Maulana, S.Kep dengan IPK 3,38.

Ketua STIKES Darul Azhar Batulicin, DR. Ir. H. Budi Santoso, M.Si mengatakan Wisuda mahasiswa /mahasiswi tersebut merupakan yang ke 6 kalinya dilaksanakan. (Relhum)

Balita Hydrocephalus Minta Simpati dan Empati

TANAH BUMBU,
Sungguh miris dan mengundang iba tatkala memandang Balita berumur 2 Tahun 3 Bulan itu dalam gendongan ibunya.

Betapa tidak, Balita bernama Siti Firda Nurhaliza putri M. Yusran, warga Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu itu; tak seindah namanya. Firda, putri seorang Buruh Tani di desanya itu mengidap penyakit pembesaran kepala atau Hydrocephalus.

Menurut Ibu dari Balita itu, putri mereka itu mulai mengalami pembesaran kepala sejak berusia sekira 2 bulan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Kusan Hulu, Zainal. Menurut Zainal, biasanya gejala dan pembesaran kepala pada pengidap Hydrocephalus itu saat berusia antara 2 hingga 3 bulan.

Ditambahkan oleh Ibu Balita itu, Firda sudah pernah dibawa ke RSUD Ulin di Banjarmasin, namun selain terkendala biaya untuk berobat, juga terkendala biaya transportasi dari desa ke Banjarmasin yang berjarak ratusan kilometer.

Sebagai bentuk simpati dan empati terhadap Balita malang itu, M. Syaripuddin, Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PDIP bersedia membantu keperluan transportasi jika Balita itu dibawa ke Banjarmasin.

"Saya akan menyediakan mobil kapan saja Balita akan dibawa ke Banjarmasin," ungkap Syaripuddin pada kesempatan menghadiri pembagian Sembako dan pengobatan gratis oleh Kodim Tanah Bumbu di Kusan Hulu, Jumat (02/10/15).

Ketika masalah Balita ini disampaikan kepada Mardani H Maming, Mantan Bupati Tanah Bumbu, disarankan agar Balita itu diperiksakan di RSUD Tanah Bumbu yang kemudian membuat semacam rujukan ke Rumah Sakit lain supaya memperoleh dana anggaran dari Pemkab Tanah Bumbu. (ISp)

Cegah ISPA, Ribuan Masker Dibagikan

TANAH BUMBU,
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu membagikan setidaknya 6 ribu masker kepada masyarakat, Senin (14/9/15).

Pembagian masker tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Bagian Humas Setdakab dan Polres Tanah Bumbu, dimulai serentak pada jam 07.00 WITa.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu melalui Kasi Penyehatan Lingkungan, Adventina, mengatakan pembagian masker dilakukan secara serentak di 3 titik yang kualitas udaranya sedang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan. 

"Ada 3 tempat pembagian masker serentak pada hari ini, yaitu di Kecamatan Simpang Empat, Batulicin, dan Kusan Hilir, masing-masing titik lokasi mendapat 2 ribu masker" ujar Adventina. 
 
Menurutnya, pembagian masker kepada masyarakat merupakan upaya dari Dinas Kesehatan untuk mencegah bertambahnya penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) di Tanah Bumbu.

"Sepanjang bulan Juli ke Agustus ada sekira 500 orang terkena ISPA, mengalami peningkatan dikarenakan kabut asap," ujar Saiful Fahrin, Petugas Surveilance pada Dinas Kesehatan Tanah Bumbu. 

Untuk mencegah terserang penyakit ISPA masyarakat diimbau untuk memakai masker atau penutup hidung saat keluar rumah, menerapkan perilaku sehat dan bersih, serta menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan makanan bergizi. (Relhum)

 
Copyright © 2015 SARAJUT. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger