Politik    Sosial    Advertorial    Ekonomi    Editorial    Hukum    Keagamaan    Kecelakaan    Kesehatan    Kriminalitas    Lingkungan    Lipsus    Musik    Sport   
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Polres Tanah Bumbu Tuan Rumah Rakoor Gakkum


Diikuti oleh Kejari dan Pemkab Tanah Bumbu, PN Batulicin, Lapas Kotabaru dan PPNS, Jumat (1/4/16), di Polres Tanah Bumbu sebagai tuan rumah.

Menurut Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Kus Subiyantoro, SIK mengatakan, Rakoor ini bertujuan menyamakan persepsi antar instansi penegak hukum untuk mencari solusi, serta proses penegakan hukum di Tanah Bumbu, sehingga berjalan lancar dan memenuhi asas keadilan masyarakat. 

Rakoor ini direncanakan akan dilakukan rutin setiap bulan dengan tuan rumah bergantian. (AR)

Napi Buron Ditangkap Polres Tanah Bumbu


Dahrul (40), Napi kasus narkoba yang melarikan diri dari Lapas Kotabaru beberapa hari lalu, berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Tanah Bumbu.

Napi yang divonis 6 tahun 3 bulan ini, ditangkap pada Kamis (31/3/16) sekira jam 07.00 WITa, pada saat menunggu taksi mau melarikan diri ke Bamjarmasin terus lanjut ke wilayah Kaltim. (Christ)

Bang Tungku Disidang Lagi


Sidang dugaan pencemaran nama baik Mantan Bupati Kotabaru, Irhami Ridjani Rais, kembali digelar oleh Kejari Kotabaru.

Menghadirkan beberapa saksi dari Dishubkominfo dan Ketua KPUD Kotabaru, M. Erfan. Sedangkan Bang Tungku (Hardiyandi) yang duduk di bangku pesakitan didampingi oleh Pengacaranya, Budi Khairannoor, SH.

Dugaan pencemaran nama baik tersebut terjadi lebih setahun lalu saat LSM LP3KRI berunjukrasa memprotes kebijakan Bupati Kotabaru kala itu. 
Sedangkan menurut satu sumber, Mantan Bupati Kotabaru, Irhami Ridjani Rais, yang ditetapkan sebagai Tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan pemerasan dengan menggunakan jabatan; telah ditahan oleh pihak Kepolisian. (Iwan/ISP)

Tes Urine di Kejari Batulicin


Sebanyak 36 orang pegawai di lingkup Kejaksaan Negeri Batulicin dikenakan tes urine, Selasa (29/3/16).

Menurut Kajari Batulicin, H. Agus Eko Purnomo, Tanah Bumbu berada di urutan ke 2 di Kalsel terkait peredaran Narkoba. Dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2016 tercatat sebanyak 22 perkara Narkoba, sedangkan di tahun 2015 lalu total perkara Narkoba sebanyak 145. (Chris)

Kabur Dari Lapas Kotabaru


Terpidana kasus Narkoba di Lapas Korabaru, teridentifikasi bernama Dahrul bin Iyun, kabur dari Lapas.

Diperkirakan Napi tersebut kabur sekira jam 11.00 WITa, Senin (28/3/16), saat jam besuk tahanan. Diketahuinya ada Napi yang kabur saat pergantian petugas piket.

Pihak Lapas Korabaru telah membentuk tim terdiri dari 6 orang untuk melakukan pencarian. (Herry)

Polisi Belum Bisa Tentukan Kasus IRT

Kasus yang menimpa Mendiang Nisa, warga Desa Sinar Bulan, apakah bunuh diri atau dibunuh suaminya sendiri; masih membingungkan pihak Kepolisian.

Visum Dokter tak memberikan keterangan rinci yang mengarah ke pembunuhan, hanya menerangkan ciri-ciri korban pembunuhan.

Sementara itu Akbar, suami korban masih berada di Mapolsek Satui, belum berani pulang ke rumahnya, diduga takut terhadap kerabat korban. (Barlis)

Fakta Integritas Kodim Kotabaru Anti Narkoba


Seluruh Anggota Kodim 1004/KTB berikut ibu-ibu Persit Cabang Kodim Kotabaru, menanda tangani fakta integritas untuk tidak terlibat urusan dan kegiatan Narkoba.

Dandim Kotabaru, Letkol Inf Agus Supriyono, menegaskan jika Anggota melanggar fakta integritas tersebut, akan dikenakan sanksi hukum.

"Mereka harus siap dipecat jika melanggar," tegas Agus Supriyono.

Fakta integritas juga ditanda tangani oleh Kapolres dan Ketua BNK Kotabaru. (ISP)

Operasi Simpatik Intan 2016 Polres Tanah Bumbu

TANAH BUMBU,
Polres Tanah Bumbu menggelar Operasi Simpatik Intan 2016, dilaksanakan selama 21 hari dimulai pada tanggal 1 maret 2016 sampai dengan 21 Maret 2016.

Menurut Kapolres Tanah Bumbu, Operasi Simpatik Intan mengutamakan pada pendekatan preventif. Dan penertiban dokumen yang wajib dibawa pengendara seperti STNK dan SIM, Helm, dan lainnya. Bukan hanya pada penertiban saja, melalui operasi tersebut diharapkan pula bisa menemukan kendaraan hasil Curanmor.

Adapun tema Operasi Simpatik Intan 2016 yakni Melalui Revitalisasi Kawasan Tertib Lalulintas Kita Tingkatkan Disiplin Dan Etika Berlalulintas Masyarakat Dalam Rangka Menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).

Operasi ini pula merupakan bagian dari membangun kesadaran masyarakat akan keselamatan di jalan raya dan ketertiban berlalulintas, sehingga dapat menekan angka pelanggaran lalulintas. (Rel)

Polsek Batulicin Amankan Ratusan Botol Miras


TANAH BUMBU,
Polsek Batulicin mengamankan setidaknya 240 botol minuman keras dari berbagai merk, pada Senin (29/2/16).

Selain itu sebelumnya Polsek Batulicin mengamankan 3 tong tuak produk lokal.

Baik pemilik minuman keras maupun tuak; diamankan di Mapolsek. Untuk pelaku pembuat dan penjual tuak tak dikenakan hukuman, dikenakan pembinaan. Sedangkan pelaku pengedar Miras dikenakan pasal Tipiring (Tindak Pidana Ringan).

Menurut Kapolsek Batulicin, Iptu Ferdinand Esau Numbery, ratusan botol Miras yang diamankan tersebut berasal dari Banjarmasin yang akan diedarkan di wilayah Tanah Bumbu.

Merk Miras tersebut antara lain; Bir Hitam Guinness, Iceland, Newport, Contreau, Whisky Fibe, Topi Miring dan Anggur Merah. (ISP)

Satpolair Amankan Pengedar Sabu

Courtesy : Parman (Polair)

TANAH BUMBU,
Anggota Satpolair Tanah Bumbu mengamankan 2 Pengedar psikotropika jenis Sabu seberat 1 gram, di Satui Timur, Minggu (29/2/16).

Ke 2 Pelaku diamankan saat melakukan transaksi dengan 2 anggota Sarpolair yang menyamar sebagai pembeli, tepatnya di dermaga Dharmais masuk kawasan Desa Satui Timur Kecamatan Satui.

Barang bukti lain yang turut disita dari Pelaku adalah 2 ponsel yang digunakan untuk keperluan komunikasi bertransaksi.

Pelaku diamankan dan langsung dibawa ke Polres Tanah Bumbu; Ahmad Kosasi (29) bin Hamrani, dan Rahmansyah (28) bin Matlan. (Relpol)

Ada Pungli di Education Park Tanah Bumbu ?

courtesy : foto Syarifuddin
TANAH BUMBU,
Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PDIP, M. Syarifuddin sangat menyesalkan adanya pungutan yang ia duga tak resmi di lokasi Education Park atau ex Terminal, Minggu (21/2/16).

Anggota DPRD tersebut mengaku mengetahui secara langsung saat Ia bersama keluarganya berkunjung kesana.

Menurutnya, yang menjadi objek pungutan adalah para pedagang makanan dan minuman serta pedagang lainnya yang menggelar dagangannya di lokasi taman yang baru selesai dibangun itu.

"Menurut info yang Saya dapatkan adalah; yang memungut bayaran terhadap para pedagang itu adalah para Tukang Parkir disana," ungkap Syarifuddin.

Ia pun berniat akan menjadwalkan instansi terkait untuk mengadakan dengar pendapat (hearing) di DPRD untuk membahas terkait pengelolaan taman tersebut.

"Jika hal memungkinkan, Kita akan usulkan taman tersebut agar pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta," tutup Syarifuddin. (ISP)

Jelang Pilkada Polres Kotabaru Gelar Opstib Pekat

KOTABARU,
Belasan wanita dan 2 pria yang menjadi pengunjung Tempat Hiburan Malam (THM) di Kotabaru, diamankan dan diangkut Satuan Sabhara Polres Kotabaru, Jumat Malam (3/12/15).

Mereka dibawa ke Mapolres dikarenakan tak memiliki kartu identitas. Selanjutnya mereka akan didata dan diperbolehkan pulang setelah dijemput anggota keluarganya. 

Itulah opstib yang digelar pihak Kepolisian dibantu TNI untuk menciptakan kondisi kondusif jelang Pemilukada di Kotabaru.

Selain itu para Petugas gabungan tersebut melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) dan para pengguna kendaraan bermotor.

"Sasaran kita adalah Pekat. Ini memasuki minggu tenang jelang Pemilukada, kita ingin melaksanakan cipta kondisi," ungkap Kabag Perencanaan Polres Kotabaru, Kompol HM Yusuf. (Iwan)


Waspada Simpatisan ISIS di Wilayah Tanah Bumbu

TANAH BUMBU,
Pihak Koramil Satui mensinyalir mulai adanya para Simpatisan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam Irak dan Syria di wilayah Tanah Bumbu.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Danramil Satui, Kapten Inf Aries, PH, pada apel gabungan berbagai instansi pemerintah di halaman kantor Kecamatan Satui, Senin (30/11/15).

Menurut Aries, terdapat setidaknya di 7 tempat di wilayah Tanah Bumbu yang diketahui mulai bermunculan bibit-bibit simpatisan terhadap ISIS. Dan ditambahkannya, pihak TNI dan Kepolisian terus memantau keberadaan mereka itu.

Ia pun meminta kepada seluruh Aparat di desa mulai dari tingkat RT agar melakukan pemantauan dan juga bersikap waspada terhadap para pendatang di desanya masing-masing. Melakukan pemeriksaan dan menanyakan keperluan apa mereka datang ke desa. (Hery)


Jadi Polisi Gadungan Demi Sang Tunangan

Rido, Sang Polisi Gadungan
TANAH BUMBU,
Polsek Batulicin mengamankan Rido Selamat Hijrah (21), warga Desa Karang Rejo Kecamatan Karang Bintang, pada Rabu (11/11/15).

Yang bersangkutan diamankan atas laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, yang merasa ditekan oleh Rido terkait perpanjangan Surat Kontrak Kerja tunangannya yang berkerja sebagai Tenaga Kesehatan di Puskesmas Batulicin.

Menurut Drg Puji Lestari, Kepala Puskesmas Batulicin, yang bersangkutan sempat mencarinya ke tempat kerja. Dikarenakan ia sedang berada di kantor Dinas Kesehatan, maka yang bersangkutan tak sempat ketemu.

Menurut keterangan Kapolsek Batulicin, Iptu Ferdinand Esau Numbery, atas laporan yang ia terima terkait Rido yang mengaku sebagai Anggota Polres Tanah Bumbu, ternyata setelah diselidiki yang bersangkutan sama sekali bukan Anggota Polri, atau Polisi Gadungan.

Kini yang bersangkutan sedang menjalani proses atas perbuatannya yang telah mencemarkan nama institusi Kepolisian itu. (ISp)

Penertiban Kendaraan Roda 2 di Satui

TANAH BUMBU,
Satuan Kepolisian Lalulintas (Satlantas) Polres Tanah Bumbu melakukan penertiban terhadap para pengguna kendaraan bermotor roda 2, Selasa (26/10/15).

Sebagian besar para Pengguna Kendaraan Roda 2 kedapatan tak menggunakan helm. Pihak Satlantas Polres Tanah Bumbu pun memberikan semacam penyuluhan akan keguanaan helm sebagai pelindung kepala saat menggunakan kendaraan.

Tak sedikit para Pengendara yang disuruh pulang agar mengambil helm sementara kendaraan diamankan di Pos Satlantas Satui.

Selain itu pihak Satlantas juga melakukan pemeriksaan terhadap STNK, SIM dan kelengkapan kendaraan bermotor lainnya.

"Pelanggaran lainnya sedang kami proses," ujar Aipda Waluyo yang memimpin Operasi Penertiban. (Eddy)

Gabungan Ormas Kotabaru Akan Unjukrasa Penjabat Bupati, DPRD dan Polres

Bang Tungku, Penggiat Ormas
KOTABARU,
Tokoh Ormas Kotabaru, Hardiyandi atau Bang Tungku berencana akan kembali berunjukrasa ke Kantor Bupati, DPRD dan Polres Kotabaru. Rencana itu disampaikannya, Jumat (23/10/15). 

"Di kantor Bupati kami akan menyampaikan petisi yang intinya kepada Penjabat Bupati, DR. Ir. H. Isra agar menjelaskan proses pembangunan pelebaran Taman Siring Laut yang dikatakan dananya bersumber dari PT. SILO, serta meminta penjelasan proses pembangunan Waduk Gunung Bahalang. Kami meminta kedua proyek itu dijelasakan ke publik," ungkap Bang Tungku.

Ditambahkannya, setelah dari kantor Bupati, pihaknya akan bergerak ke gedung DPRD untuk menyampaikan surat tertulis dari Ormas yang diminta DPRD waktu hearing pada tanggal 18 Agustus 2015 lalu.

"Pada waktu itu DPRD meminta secara tertulis kepada Gabungan Ormas terkait keterbukaan berapa jumlah bantuan dan atau dana CSR dari perusahaan-perusahaan di Kotabaru sejak Tahun 2011 hingga 23015, dan dipergunakan untuk apa saja. Waktu itu hearing gagal dan sampai saat ini belum ada jadual hearing lagi terkait masalah itu," katanya.

Selanjutnya menurut Bang Tungku, rute terakhir unjukrasa pihaknya akan meyampaikan laporan dugaan korupsi ke Mapolres Kotabaru.

"Tidak hanya itu,  kami juga akan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup; melaporkan  kerusakan hutan dan lingkungan yang terjadi di Kotabaru. Kami akan menggelar unjukrasa itu pada hari Kamis depan," tutup Bang Tungku. (JCO)

Satpol PP Periksa Hotel dan THM di Kotabaru

KOTABARU,
Tak dipungkiri di Ibukota Kabupaten Kotabaru marak peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan, sehingga beredar isu menyangkut hal itu.

Adalah obat-obatan jenis Carnofen untuk pengobatan tulang, atau dikenal dengan sebutan Zenit, banyak disalahgunakan oleh para penggunanya untuk keperluan memperoleh efek mabuk (terrance).

Meski megaku tak ada kaitannya terhadap isu tersebut, Satpol PP Kotabaru melakukan pengecekan Hotel dan Tempat Hiburan Malam (THM) Karaoke didalam Kota Kotabaru. Hal yang dilakukan oleh pihak Satpol PP berupa pembinaan. 

"Kegiatan pembinaan ke hotel-hotel; memeriksa pajaknya dan tamu yang menginap. Terhadap Tempat Hiburan Karaoke kita memeriksa jam operasi serta tamunya dan apakah ada pelanggaran diluar pekat," ungkap Zainal Abidin, Kasi Pembinaan dan Pengawasan.

Ditambahkannya, setelah dilakukan pembinaan nantinya bila terdapat ditemukan pelanggaran akan dilakukan penindakan.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Satpol PP itu dibantu oleh Polres, Kodim Kotabaru dan Instansi terkait. (Iwan Jbt14)

Terkait Air Relawan 2A Ancam Sopir PT BKW

foto ilustrasi
KOTABARU,
Karena mengambil air di Sungai Cantung Kelumpang Hulu, seorang Sopir PT Buana Karya Wiratama (BKW) yang akan membagi air ke Desa Sangking Baru (SP-3) Kelumpang Selatan, mendapat ancaman mau dibunuh jika terus mengambil air, Rabu (14/10/15).

Danang, Sopir PT BKW melapor ke Polsek Kelumpang Hulu karena mendapat ancaman dari seseorang bernama Amat Cantung yang mengaku Relawan dari Pasangan Cabup dan Cawabup Kotabaru, Alam dan Anto (2A).

Sopir PT BKW tersebut melalui BKW Peduli, mengambil air sedianya akan dibagikan secara cuma-cuma ke para warga Desa Sangking Baru yang sedang krisis air.

Kapolsek Kelumpang Hulu, Iptu Suharyono kepada Media ini mengungkapkan, pihaknya sudah menangani laporan Sopir PT BKW tersebut. Disamping itu pihaknya juga sudah mengamankan Amat Cantung selaku Terlapor.

"Kedua pihak sudah kami mintai keterangan. Karena tak ada saksi diantara mereka berdua, kami tak bisa meneruskan proses hukum. Namun besok Terlapor akan kami suruh membuat pernyataan untuk tidak melakukan pengancaman lagi," ungkap Suharyono.

Ditambahkannya, Sopir PT BKW sudah tak ada masalah lagi jika akan mengambil air di Sungai Cantung.

Humas BKW Peduli, Syariansyah atau Inyiek, sangat menyayangkan atas adanya pengancaman tersebut.

"Mestinya tak terjadi hal seperti itu. Kita menghendaki tak ada semacam 'gesekan' antara masing-masing Relawan Cabup/Cawabup. Kita mesti menjaga kondisi dan situasi kondusif menjelang Pilkada," ujar Inyiek. (JCO)

Tak Ada Oknum Anggota DPRD Tanah Bumbu Gelapkan Batubara

TANAH BUMBU,
"Permasalahan batubara antara PT Sarmida Mulia yang diklaim digelapkan, tak ada kaitan sama sekali dengan seorang Anggota DPRD Tanah Bumbu."

Hal itu diungkapkan oleh Akhmad Kusairin Akbar, Direktur PT Borneo Bintang Selatan, yang diserahi batubara sebanyak 7.941,900 MT oleh pihak PT Sarmida Mulia melalui Berita Acara Penyerahan Cargo Batubara, tertanggal 31 Agustus 2015.

PT Sarmida Mulia selaku Pihak Pertama yang diwakili oleh Liu Yunping selaku Direktur, menyerahkan batubara kepada PT Borneo Bintang Selatan (BBS) yang diwakili oleh Akhmad Kusairin Akbar selaku Direktur dan Pihak Kedua.

Dalam Berita Acara Penyerahan Cargo bernomor 678/BAPCB/SM-BBS/VIII/15 itu, Pihak Pertama menyerahkan cargo batubara sebanyak 7.941,900 MT yang berada di Jetty milik PT Binuang Jaya Mulia (BJM) Batulicin dengan harga yang disepakati sebesar Rp 300 ribu per MT.

Menurut pengakuan Akhmad Kusairin Akbar kepada Media ini menyebut, di Berita Acara Penyerahan Cargo yang ia tandatangani, sama sekali tak ada disebut apalagi keterlibatan M. Syaripuddin selaku Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PDIP dalam hal batubara.

"Dari jumlah batubara yang disebutkan di Berita Acara itu, yang sudah dikapalkan sekira 4 ribu MT lebih. Dan uang penjualannya pun sudah kami bayarkan ke pihak PT BJM sebagai utang dari Liu Yunping pada perusahaan pemilik jetty itu," ujar Akhmad Kusairin Akbar.

Ditambahkannya, kalau pun terjadi permasalahan terkait penyerahan batubara itu ke pihak PT BBS, maka yang bertanggung jawab adalah Direktur PT BBS, bukan pihak lain yang tak tersebut di Berita Acara Penyerahan Cargo.

"Uang sisa penjualan batubara itu masih kami pegang, menunggu konfirmasi dari pihak PT Sarmida Mulia, ke siapa uang itu berhak diserahkan," kata Akhmad Kusairin Akbar atau biasa dipanggil Irin. (JCO)

Ada Apa di Depo Pertamina Kotabaru, Tertutup ?

KOTABARU,
Beberapa kali Kru Media ini bermaksud melakukan konfirmasi dan meminta data-data terkait kepentingan umum ke pihak Depo Pertamina Kotabaru, namun selalu diarahkan ke pihak lain.

Keperluan untuk mendapatkan data dan daftar armada Transportir milik rekanan Pertamina yang mengangkut BBM di wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu, hingga kini tak jua kesampaian oleh Kru Media ini.

Kemudian keinginan konfirmasi langsung ke Pimpinan Depo Pertamina Kotabaru terkait permasalahan pasokan Minya Tanah ke Agen, serta keterkaitan soal penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah, Kru Media ini juga diarahkan ke pihak lain. Bahkan Petugas Pengamanan di lokasi Depo Pertamina Kotabaru cenderung tak bersikap kooperatif.

Kenapa pihak Depo Pertamina bersikap tertutup ?

Ini menjadi pertanyaan yang dirasa aneh oleh Media ini. Jika tak ada sesuatu yang salah di internal Depo Pertamina Kotabaru, mengapa mesti takut menerima Kru Media. Apalagi Depo Pertamina tersebut merupakan milik Negara yang keberadaannya untuk melayani kepentingan umum, harus bersikap tranparan.

Jangan-jangan di internal Depo Pertamina Kotabaru ini ada semacam 'permainan' yang tak boleh diketahui oleh pihak lain apalagi publik.

Bagaimana mungkin elemen di masyarakat bisa ikut mengawasi dan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi jika terdapat pihak seperti Depo Pertamina Kotabaru itu (?) - JCO 

 
Copyright © 2015 SARAJUT. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger